Showing posts with label Sistem Komputer. Show all posts
Showing posts with label Sistem Komputer. Show all posts

Tuesday, January 10, 2017

ALU



Apa Itu ALU???

Arithmatic Logical Unit (ALU), adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori.

Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner (two’s complement). ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU.

Tugas Dan Fungsi ALU ( Arimatic Logical Unit )

Tugas dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika (logical operation) meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika, yaitu :

  1. sama dengan (=)
  2. tidak sama dengan (<>)
  3. kurang dari (<)

  4. kurang atau sama dengan dari (<=)

  5. lebih besar dari (>)

  6. lebih besar atau sama dengan dari (>=)

Arithmatic Logical Unit (ALU) Juga Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer. ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi dan tugas tersendiri. Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add (penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub (pengurangan), Subu (pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift left logical), srl (shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain. Arithmetic Logical Unit (ALU) merupakan unit penalaran secara logic.

Adder ALU ( Arimatic Logical Unit )

Adder merupakan rangkain ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan. Karena adder digunakan untuk memproses operasi aritmatika, maka adder juga sering disebut rangkaian kombinasional aritmatika. Ada 3 jenis Adder, yaitu:

  • Rangkaian adder yang hanya menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.
  • Rangkaian adder yang hanya menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.
  • Rangkaian adder yang menjumlahkan banyak bit disebut Paralel Adder.
Oke sampai jumpa di lain kesempatan :D

Saturday, September 24, 2016

Sistem Sandi



Sistem Sandi

Data yang diproses dalam sistem digital, maupun komputer digital umumnya dipresentasikan dengan menggunakan kode/sandi tertentu. Terdapat berbagai macam sistem kode seperti Binary-Coded Decimal (BCD), excess-3, kode 2 of 5,BCH (Binary Code Hexadecimal) dan kode ASCII(American Standard Code For Information Interchange) . Dengan menggunakan sistem pengkodean, dapat disajikan berbagai macam jenis data seperti bilangan, simbol, maupun huruf ke dalam besaran digital. Selain itu, dengan sistem pengkodean juga dapat disajikan bilangan positif maupun bilangan negatif dan bahkan bilangan pecahan dengan titik desimal.

Berikut akan saya jelaskan macam macam sistem sandi:
  1. Kode BCD (Binary Code Decimal)
  2. Kode BCD atau bilangan desimal yang dikodekan kedalam bilangan biner, sering ditulis dalam bentuk BCD-8421 menggunakan kode biner 4-bit untuk mempresentasikan masing-masing digit desimal dari suatu bilangan. ada 5 macam sistem sandi BCD:
    • Kode 8421
    • Metode penyandian angka desimal 0 s.d 9 langsung terhadap angka binernya.
      contoh:
      1. 7910 = ………. BCD(8421)
        7 = 0111
        9 = 1001
        Jadi 7910 = 0111 1001BCD(8421)
      2. 0101 1000BCD(8421) = ………. 10
        = (8x0) + (4x1) + (2x0) + (1x1) = 0 + 4 + 0 + 1 = 5
        = (8x1) + (4x0) + (2x0) + (1x0) = 8 + 0 + 0 + 0 = 8
        Jadi 0101 1000BCD(8421) = 5810
    • Kode 5421
    • Metode penyandian angka 0 s.d 4 adalah sama dengan angka binernya, kemudian 5 s.d 9 dikodekan dengan biner pencerminan yang diinversi dari biner 7 s.d 3.
      contoh:
      1. 6210 = ………. BCD(5421)
        6= 1001
        2 = 0010
        Jadi 6210 = 1001 0010BCD(5421)
      2. 1010 1000BCD(5421) = ………. 10
        = (5x1) + (4x0) + (2x1) + (1x0) = 5 + 0 + 2 + 0 = 7
        = (5x1) + (4x0) + (2x0) + (1x0) = 5 + 0 + 0 + 0 = 5
        Jadi 1100 1111BCD(5421) = 7510
    • Kode 2421
    • Metode penyandian angka 0 s.d 4 adalah sama dengan angka binernya, kemudian 5 s.d 9 dikodekan dengan biner pencerminan yang diinversi dari biner 4 s.d 0.
      contoh:
      1. 7910 = ………. BCD(2421)
        3 = 0011
        6 = 1100
        Jadi 7910 = 0011 1100BCD(2421)
      2. 1100 1111BCD(2421) = ……… . 10
        = (2x1) + (4x1) + (2x0) + (1x0) = 2 + 4 + 0 + 0 = 6
        = (2x1) + (4x1) + (2x1) + (1x1) = 2 + 4 + 2 + 1 = 9
        Jadi 1100 1111BCD(2421) = 6910
    • Kode Excess- 3
    • Kode ini memiliki kelebihan nilai 3 dari digit asalnya. Untuk menyusun kode XS-3 dari suatu bilangan desimal, masing-masing digit ditambah dengan 3 desimal, kemudian dikonversi seperti cara pada konversi BCD.
      contoh:
      1. 1610 = ………. Excess-3
        = 1 + 3 dan 6 + 3
        =4 dan 9
        0100 1001
        Jadi 1610 = 0100 1001Excess-3
      2. 1100 0100Excess-3= ………. 10
        = 1100 1001
        = 12 - 3 dan 9 - 3
        = 9 dan 6
        = Jadi 1100 0100Excess-3 = 9610
    • Kode 2 of 5
    • Kode ini memiliki 2 nilai bit “1” dari 5 bit yang tersedia. Penempatan bit “1” dimulai dari MSB, sedang bit “1” untuk digit berikutnya mengikuti posisi di sebelahnya.
      Contoh :
      210 disimpan sebagai 100102 of 5.
  3. Kode BCH (Binary Code Decimal)
  4. Bilangan heksadesimal dalam setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang berbeda-beda ( angka dan huruf ). Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit. Sebuah BCH mempunyai 4 bit biner untuk setiap tempat bilangan heksadesimal.
    Contoh:
    • Konversi bilangan heksadesimal berikut kedalam kode BCH!
      2A3(16)
      2 = 0010 / A = 1010 / 3 = 0011
      Jadi 2A3(16) = 0010 1010 0011
    • Konversi bilangan BCH berikut kedalam bilangan desimal!
      1100 0110 0001
      1100 = C / 0110 = 6 / 0001 = 1
      Jadi 1100 0110 0001= C61(16)
  5. Kode ASCII (American Standard Code For Information Interchange)
  6. Merepresentasikan nilai alphanueric (huruf, bilangan dan simbol) menjadi nilai-nilai biner.Nilai-nilai ini akan dibaca dan diproses oleh peralatan digital (misal: komputer, microprosesor) dalam bentuk biner.ASCII Code terdii dari 7 bit biner 2 7 = 128 kombinasi kode 7 bit : 3 bit MSB dan 4 bit LSB
    Contoh:
    • 100 0111 = G
    • 100 = MSB dan 0111 = LSB
Oke Sampai Jumpa Lagi :D.


Saturday, July 30, 2016

Sistem Bilangan




Sistem Bilangan

Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk penulisan/konversi besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis (radix) tertentu. Dalam hubungannya dengan komputer, ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang dikenal yaitu : Decimal (Radix 10), Biner (Radix 2), Oktal (Radix 8) dan Hexadesimal (Radix 16). Berikut penjelesan mengenai 4 Sistem Bilangan ini :

Sistem Radix Simbol/Elemen Digit Contoh
Desimal R=10 {0-9} 25510
Biner R=2 {0 & 1} 101011102
Oktal R=8 {0-7} 3268
Hexadesimal R=16 {0-9,A-F} F416


1. Desimal (Basis 10)
Desimal (Basis 10) adalah Sistem Bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10 dan menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem desimal memiliki kelipatan dari 100,101,102,dst.kelipatan tersebut dimulai dari kanan.
  • Ciri-ciri sistem bilangan desimal
    1. Mempunyai basis 10
    2. Mempunyai kelipatan dari 100,101,102,dst
    3. mempunyai 10 simbol yaitu angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9.
  • Contoh:
  1. 12510=111111012
  2. 12510=5718
  3. 12510=7D16
2. Biner (Basis 2) Biner (Basis 2) adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 2 simbol yaitu 0 dan 1. Bilangan Biner ini di populerkan oleh John Von Neumann. Sistem bilangan biner menggunakan basis 2. Sistem desimal memiliki kelipatan dari 20,21,22,dst. kelipatan tersebut dimulai dari kanan.
  • Ciri-ciri sistem bilangan biner
    1. Mempunyai basis 2
    2. Mempunyai kelipatan dari 20,21,22,dst
    3. mempunyai 2 simbol yaitu angka 0 & 1
  • Contoh:
  1. 101100102=17810
  2. 101100102=2428
  3. 101100102=B216
3. Oktal (Basis 8)adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 8 Simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sistem oktal memiliki kelipatan dari 80,81,82,dst. kelipatan tersebut dimulai dari kanan.
  • Ciri-ciri sistem bilangan oktal
    1. Mempunyai basis 8
    2. Mempunyai kelipatan dari 80,81,82,dst
    3. mempunyai 8 simbol yaitu angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,dan 7.
  • Contoh:
  1. 1218=8110
  2. 1218=10100012
  3. 1218=5116
4. Hexadesimal (Basis 16) Hexadesimal (Basis 16), Hexa berarti 6 dan Desimal berarti 10 adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf. Huruf A mewakili angka 10, B mewakili angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili angka 15.Sistem hexadesimal memiliki kelipatan dari 160,161,162,dst. kelipatan tersebut dimulai dari kanan.
  • Ciri-ciri sistem bilangan hexadesimal
    1. Mempunyai basis 16
    2. Mempunyai kelipatan dari 160,161,162,dst
    3. mempunyai 16 simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14),dan F(15).
  • Contoh:
  1. 2A316=67510
  2. 2A316=10101000112
  3. 2A316=12438
untuk post kali ini cukup sekian apabila ada salah kata mohon dimaklumi,untuk pengkonversian sistem bilangan akan dibahas di post selanjutnya see you guys :D

 
biz.
EVE - Wall-E